Wow, Usia Dompu Sudah 600 Tahun Lebih

Tuesday, April 26th 2016. | DOMPU
sejarah hari-jadi-dompu

Sejarah : Fokus Memperjuangakan Penetapan Sultan MT Sirajudin / Sultan Manuru Kupa Menjadi Pahlawan Nasional adalah Motivasi Komunitas Pergerakan Sejarah Kabupaten Dompu ‘’Kembalikan Dompu ku’’

LINTASDOMPU.COM – Komunitas pergerakan sejarah Kabupaten Dompu yang memiliki motto ‘’Kembalikan Dompu ku’’ menyambangi gedung DPRD setempat untuk membahas seputar sejarah Bumi Nggahi Rawi Pahu dan penetapan Sultan MT Sirajudin atau Sultan Manuru Kupa menjadi pahlawan nasional.

Kedatangan 4 orang perwakilan komunitas yaitu Adiansyah, Nurhaedah, Muhammad Iradat dan Liana diterima oleh Ketua Komisi II Wildan Haris, dan beberapa anggota Muhammad Ikhsan, Muhtar, Patuwai, dan H Mahali di ruang Komisi II DPRD setempat.

Pembicaraan yang fokus membahas soal penetapan Sultan Manuru Kupa menjadi Pahlawan Nasional itu mendapat respon positif dari Komisi II. Nurhaedah yang juga anak seorang sejarawan Dompu H Israil M Saleh menjelaskan beberapa catatan sejarah sepeninggal ayahnya.

Dalam catatan sejarah itu dijelaskan banyak hal yang menyangkut sejarah Dompu terutama mengenai umur Bumi Nggahi Rawi Pahu yang hingga kini sudah memasuki 600 tahun lebih sejak Gunung Tambora belum meletus.

‘’Itu jika di runut berdasarkan Sumpah Palapa. Sedangkan jika berdasarkan Kesultanan yang pertama, Dompu sudah ada sejak tahun 1545 silam,’’ ungkap Nurhaedah saat membedah sejarah Dompu dihadapan anggota DPRD.

Namun kedatangan pihaknya bukan semata-mata untuk menggugat HUT Dompu yang sudah ditetapkan, melainkan fokus memperjuangakan penetapan Sultan Manuru Kupa menjadi Pahlawan Nasional.

Menurutnya, sebelum penetapan itu, pihaknya menginginkan adanya bangunan replika ‘’Asi’’ dalam bentuk museum untuk menyimpan barang-barang sejarah yang kini dimiliki keturunan Kesultanan Dompu.

Untuk tahapan awal, pihaknya bermaksud membuat buku sejarah Dompu yang di adopsi dari catatan sejarah peninggalan H Israil M saleh. Bahkan ditergetkan, buku tersebut sudah terbit dan di dibagikan saat HUT NTB tahun ini.

‘’Naskah catatan juga sudah dibagikan kepada beberapa pihak seperti Taman Budaya NTB di Mataram, Perpustakaan Provinsi NTB dan Pemkab Dompu,’’ Jelas Nurhaedah.

Kedatangan komunitas pergerakan ‘’kembalikan Dompu ku’’ juga sekaligus meminta dukungan moril kepada seluruh anggota DPRD untuk membantu memperjuangkan sejarah Dompu. Pada bulan Juli mendatang, komunitas ini berencana menggelar seminar dialog budaya untuk membedah catatan peninggalan H Israil M Saleh dan sumber-sumber sejarah lainnya.

‘’Kami berharap mendapatkan dukungan dari legislatif dalam memperjuangkan penetapan sultan Manuru Kupa menjadi Pahlawan Nasional,’’ ujar Adiansyah.

Ketua Komisi II DPRD Dompu Wildan Haris merespon positif seluruh niat komunitas pergerakan ‘’Kembalikan Dompu ku’’ itu. Menurutnya, sejarah Kabupaten Dompu memang perlu di bahas kembali berdasarkan sumber-sumber sejarah yang jelas.

‘’Ini akan kita bahas kembali pada tingkat internal DPRD,’’ katanya.

Anggota DPRD lainnya Muhammad Ikhsan mengisyaratkan agar kominutas pergerakan dapat kembali lagi supaya hal tersebut bisa di bahas dengan matang di tingkat legislasi oleh seluruh komisi yang ada.

Sejak beberapa bulan lalu, pembicaraan mengenai penetapan Sultan Manuru Kupa menjadi Pahlawan Nasional telah ramai di bahas melalui media sosial dan mendapat respon positif.

Akun Imran Kasiri misalnya dalam medsos facebook paling getol mengupload berbagai hal yang berkaitan dengan Sultan Manuru Kupa. Bahkan lambang kesultanan yang diuploadnya dijadikan trend baru oleh sejumlah pengusaha tekstil lokal. (Iqbal)

Related For Wow, Usia Dompu Sudah 600 Tahun Lebih