Konflik Gapoktan Dipolitisir

Wednesday, March 2nd 2016. | DOMPU
Politisi Dompu H. Didi

Politisi Dompu

Pertikaian antara kelompok tani tebu dan kelompok ternak di Kecamatan Kempo belum lama ini syarat dengan kepentingan politik beberapa pihak yang memanfaatkan kedua kelompok masyarakat dengan tujuan tertentu.
Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Badan Kehormatan DPRD H. Didi Wahyudi. Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Dompu ini, saling klaim areal lahan antara kelompok diakibatkan oleh adanya pihak yang memprovokasi salah satu kelompok sehingga menyulut emosi anggota kelompok.
‘’Ada pihak yang ingin membuat gaduh suasana dengan memanfaatkan kelompok tani,’’ ungkap H. Didi kepada LINTASDOMPU diruangannya kemarin.
Menurut kacamata politisi senior di DPRD ini, pihak tertentu ingin menciptkan suasana tidak aman di Bumi Nggahi Raawi pahu sehingga sejumlah program pemerintah tidak bisa berjalan semestinya. Disamping itu, para investor yang ingin menanamkan modalnya di Dompu enggan melakukanya dengan pertimbangan keamanan.
Padahal bila dicerna dengan baik, konflik antara kedua kelompok tani seharusnya terjadi pada saat petani tebu memulai penanaman bukan pada saat tanaman tebu tumbuh segar. Apalagi berdasarkan situasi dilapangan petani tebu sudah memberikan jalan bagi ternak meskipun semuanya belum rampung.
Pria yang telah menjadi wakil rakyat selama tiga periode ini menghimbau kepada pemerintah setemapat agar segera mencarikan solusi terbaik untuk menyelesaikan ketidak sepahaman kedua kelompok ini.
Disisi lain, aktifitas yang dilakukan petani tebu dan petani ternak merupakan bagian dari program pemerintah. Keduanya memiliki porsi yang sama dalam mensukseskan program pemerintah untuk mensejahterakan masyrakat.
‘’Bagi pihak yang ingin mempolitisir keadaan sebaiknya bermain terang-terangan tanpa harus mengorbankan kepentingan warga yang ingin sejahtera,’’ tukasnya.
H. Didi berharap pemerintah tidak berpihak kepada salah satu kelompok dalam mengambil kebijakan sebagai solusi nantinya. Pembagian areal wilayah untuk kedua kelompok sangatlah penting agar aktifitas masing-masing bisa berjalan dan terciptanya komitmen keharmonisan.
‘’Saya yakin keduanya bis harmonis koq,’’ tegasnya. (Iqbal)

Related For Konflik Gapoktan Dipolitisir