Kabupaten Lobar Belajar Pengembangan Jagung di Dompu

Wednesday, May 9th 2018. | KOMINFO, NASIONAL, PEMERINTAHAN

LINTASDOMPU.COM – Selama 8 tahun terakhir, Program TERPIJAR (Tebu Rakyat, Sapi, Jagung dan Rumput Laut) bidang Penanaman Jagung Kabupaten Dompu telah terbukti mampu membangun kesejahteraan masyarakat dari berbagai sektor.

Bukti keberhasilan program unggulan Bumi Nggahi Rawi Pahu tersebut ditandai dengan penurunan angka kemiskinan hingga 13,43 persen dari 19,90 di tahun 2010, peningkatan daya beli masyarakat, peningkatan pendapatan perkapita masyarakat, membuka lapangan kerja/usaha rakyat dan meningkatkan laju investasi dalam daerah.

Atas keberhasilan tersebut, berbagai apresiasi dari Pemerintah Atasan maupun pihak Swasta dan Akademisi didapat oleh Pemerintah daerah dan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin.

Melihat keberhasilan Dompu membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan Ekonomi masyarakat melalui Program Jagung. Sejumlah daerah berdatangan untuk melakukan Studi Pembelajaran terkait Penanaman Jagung.

Setelah Bupati Manggarai Timur dan Wakil Bupati Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Dompu.

Lagi di tahun 2018 ini, Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan Studi Banding terkait keberhasilan Jagung Dompu dengan mengutus Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan Ir. Sakri dan Staf Ahli Bidang Administrasi Umum dan Kesra Drs. H. Mahyudin, M.Si.

Kedatangan pejabat Eselon II di Lingkup Pemda Lobar tersebut disambut H. Moh. Saiun, SH, M.Si Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum Politik Aparatur dan Tajuddin HIR, SH, M.Si Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Kuangan dan Infrastruktur di ruang kerjanya, Rabu (9/5/2018).

Saat pertemuan tersebut, Staf Ahli Pemda Lobar mempertanyakan kunci dan langkah-langkah Pemda Dompu khususnya Bupati Drs. H. Bambang M. Yasin yang menjadikan Program Penanaman jagung sebagai Program Unggulan sehingga berhasil membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial kemasyarakatan serta berdampak pada laju pertumbuhan investasi dalam daerah.

Khusunya terjadi kenaikan IPM, Penurunan Angka kemiskinan yang cukup singnifikan dan sampai terpilih menjadi Kepala Daerah Terbaik Asia.

Menjawab pertanyaan tersebut, H. Moh. Saiun, SH, M.Si mengungkapkan, sejak bergulirnya kebijakan Bupati Dompu yang menghadirkan Program Pijar di tahun 2010 yang berubah menjadi Terpijar bidang penanaman jagung telah membawa warna dan perubahan dari sektor pendapatan perkapita masyarakat.

Keberhasilan disektor jagung tersebut, tidak terlepas dari keberanian Bupati dalam mengambil langkah-langkah strategis, baik dari aspek bantuan kemasyarakatan (petani) maupun dukungan kebijakan dari sektor perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberikan kemudahan kredit bagi petani serta adanya dukungan dari TNI/Polri maupun masyarakat Dompu.

Strategi perluasan areal tanam, Pemda mengajukan kepada Pemerintah Pusat untuk melepaskan areal kawasan hutan yang dibagikan kepada masyarakat dengan sistem pinjam pakai atau Hutan Kemasyarakatan (HKm). Serta memanfaatkan

Setelah itu, Pemerintah mengintervensi dengan memberikan bantuan kepada petani baik berupa pupuk, bibit dan lainnya sehingga dapat meringankan beban petani.

Saiun menambahkan, penurunan angka kemiskinan sangat erat kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat Dompu secara ekonomi dengan suksesnya program jagung.

“Langkah-langkah Bupati awalnya membentuk Satlak Jagung (Satuan Pelaksana) yang tugasnya menjembatani antara Pemerintah dan masyarakat petani dengan tetap berkoordinasi dengan dinas teknis kemudian mendatangkan investasi jagung ke Dompu untuk memastikan bahwa hasil jagung yang diterima rakyat Dompu ada yang membeli melalui MoU antara Bupati dengan perusahaan,” ujarnya.(adv***)

Related For Kabupaten Lobar Belajar Pengembangan Jagung di Dompu