Ini Alasan Warga Saneo Datangi Mapolres

Saturday, May 7th 2016. | HUKUM DAN KRIMINAL
kematian berbuntut panjang

Peristiwa : Kematian Puasa (29) Waga Desa Saneo, Keluarga Berencana Membawa ke Ranah Hukum.

LINTASDOMPU.COM – Kedatangan warga berbondong-bondong ke Mapolres Dompu (Jum’at, 06/05) bukan tanpa alasan yang jelas. Ratusan warga Desa Saneo itu ingin meminta keadilan atas meninggalnya Puasa (29) yang juga salah seorang warga Desa Saneo.

Warga meyakini, nasib naas dialami Puasa disinyalir akibat adanya aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh okum personil kepolisian. Keyakinan tersebut berdasarkan keterangan salah seorang saksi yang menjadi kunci karena berada di tempat kejadian.

‘’berdasarkan kecurigaan dan cerita saksi, kematian Puasa sangat tidak wajar,’’ ungkap Harmoko salah seorang warga Desa Saneo.

Menurut Harmoko, pada saat kejadian, Puasa memboncengi kerabat kerjanya dan menyaksikan bagaimana kronologis kejadian malam itu.

Penjelasan kerabat tersebut, kata Harmoko sangat tragis. Puasa rupanya mengalami penganiayaan luar biasa dari beberapa orang oknum polisi yang berseragam serba hitam. Dengan ketidak berdayaan, Puasa dikeroyok hingga akhirnya menghembuskan nafas terkahir setelah dirawat intensif selama tiga hari.

Pada malam kejadian aparat kepolisian tengah menggelar operasi pemeriksaan senjata tajam dipersimpangan Cakre. Seluruh pengendara malam itu diperiksa tanpa terkecuali. Melihat situasi itu, Puasa yang tengah berboncengan dengan rekannya dari arah Kelurahan Monta Baru tiba-tiba panik dan berbelok di persimpangan.

Namun naas setelah lolos dari upaya pencegatan aparat polisi, rupanya tepat di depan klinik praktek Dokter Alif (seratus meter arah utara persimpangan) masih ada aparat polisi yang bersiaga. Informasi yang berhasil dihimpun LintasDompu, Puasa dan rekannya masih sempat di hadang aparat namun akibat panik keduanya kemudian menabrak bangunan pagar salah satu rumah warga.

Dari sinilah timbul versi berbeda antara pihak kepolisian dan keluarga korban. Versi kepolisian, luka parah yang diderita puasa akibat kecelakaan tunggal dengan menabrak pagar rumah warga. Sementara versi keluarga, setelah menabrak pagar, puasa kemudian mengalami penganiayaan berat dari oknum polisi berseragam serba hitam.

‘Seperti itulah kronologis kejadian sesuai cerita saksi yang saat ini telah kami sterilkan,’’ terangnya.

Harmoko mewakili pihak keluarga berencana membawa kasus kematian Puasa yang di nilai tidak wajar ke ranah hukum agar mendapatkan keadilan.

Pria ini membantah bila kematian Puasa disebabkan oleh kecelakaan muni seperti yang telah dijelaskan pihak Kepolisian beberapa waktu lalu.

‘’Pokoknya kami akan mempersoalkannya hingga tuntas,’’ tegasnya.

Sayangnya, dugaan yang dilontarkan Harmoko belum mendapatkan jawaban dari pihak kepolisian. Kapolres Dompu AKBP Broery Sukotjo hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi untuk mendapatkan penjelasan. (Iqbal)

Related For Ini Alasan Warga Saneo Datangi Mapolres