Empat Wanita Honorer Di Pecat Sepihak Kasek

Thursday, April 21st 2016. | PENDIDIKAN SENI DAN BUDAYA
pemecatan guru GTT smkn 1 pekat

Guru : Pengabdian bertahun-tahun empat orang GTT SMKN 1 Pekat berakhir dengan pemecatan

LINTASDOMPU.COM – Nasib tragis harus dirasakan empat orang wanita Tuti Alawiyah, Junari, Siti Raodah dan Nurlaela asal Kecamatan Pekat Dompu NTB disaat memperingati hari Kartini. Mereka terpaksa harus merelakan keinginannya menjadi pahlawan tanpa tanda jasa pupus begitu saja.

Bagaimana tidak, ke empat guru honorer ini di pecat sepihak oleh Kasek SMKN 1 Pekat Suparman tanpa alasan yang jelas secara bertahap. Ironisnya lagi, pemecatan sepihak ini dilakukan Kasek setelah beberapa hari adanya aksi demonstrasi guru terhadap kasek yang mempersoalkan pengelolaan Dana BOS sekolah.

Dalam aksi itu, hampir seluruh guru SMKN 1 Pekat memprotes sikap Kasek yang tidak transparan dalam mengelola dana BOS. Keempat wanita ini dipecat secara bertahap, dua orang di pecat pada tanggal 19 April, dan dua orangnya lagi di pecat pada tanggal 20 April keesokan harinya.

‘’Kami mengabdi sudah bertahun-tahun dengan SK kepala sekolah,’’ungkap Nurlaela kepada wartawan saat ditemui di taman kota Dompu (Kamis, 21/4/2016).

Menurutnya, selain mereka berempat ada 10 orang guru honorer lagi yang dikabarkan terancam menerima surat pemecatan dari Kasek. Pada sekolah kejuruan satu-satunya di Kecamatan Pekat itu terdapat 17 orang guru GTT yang mengabdi aktif sejak bertahun lamanya.

Sebagai tenaga pengajar, kedatangan ke empat guru honorer korban pemecatan sepihak ini bermaksud menemui Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu H Ikhtiar dan Bupati Dompu H Bambang M Yasin untuk meminta perlindungan.

Namun sayangnya, niat mereka belum membuahkan hasil karena tidak dapat menemui Bupati dan Kadis Dikpora setempat. Rencananya, ke empat orang Ibu yang datang membawa serta anak ini tidak akan kembali dengan tangan kosong sebelum berhasil menyampaikan keluh kesahnya dan menceritakan semua kondisi yang terjadi di SMKN 1 Pekat.

‘’Bupati H Bambang dan H Ikhtiar belum bisa ditemui tapi kami bertekad tidak akan pulang sebelum bertemu dengan dua orang penting ini,’’ jelas Junari.

Mereka berharap kejadian yang menimpanya itu tidak terulang pada jajaran aspek pendidikan lain mengingat banyaknya guru honorer mengabdi di berbagai sekolah.

‘’Semoga Bupati bisa mengambil keputusan yang bijak supaya guru honorer tidak dijadikan sasaran pelampiasan emosi kasek’’ imbaunya.

Pada pekan lalu, puluhan guru SMKN 1 Pekat menggelar aksi demonstrasi disekolah menuntut Kasek agar transparan dalam mengelola dana BOS. Disinyalir, pemecatan sepihak terhadap guru honorer itu merupakan dampak dan reaksi keras sang Kasek karena adanya gejolak internal sekolah.

Sementara Kasek SMKN 1 Pekat Suparman hingga saat ini belum dapat di temui untuk di wawancara terkait pemecatan sepihak tersebut. (Iqbal)

Related For Empat Wanita Honorer Di Pecat Sepihak Kasek